Skip to main content

Nyanyian Jalanan

Malang, 15 Agustus 2017

Alunan melodi lembut gitar mengalir sampai ke angkasa. Rangkaian kata indah terbuai hingga ke seberang samudera. Nyanyian riang nan merdu melukis senyuman. Aku menebak kamu sedang bahagia.

Berdiri di sana dimana orang-orang berjalan cepat, menundukkan kepala, melihat layar segiempat panjang. Terus menyanyi walau banyak mata yang tak percaya. Berikan senyum tulus walau mereka hanya menertawakan. Aku tahu kamu kuat.

Ada saat dimana kamu duduk terdiam. Menundukkan kepala. Menutup wajah. Menyeka butir air mata. Bersembunyi di balik dinding berhiaskan koran. Tak ada mata lain melihat. Aku bisa merasa kamu berduka.

Hidup masih kan terus berjalan. Kamu bangkit dengan gitar di tangan. Berjalan menuju keramaian. Yang membuai angan-angan. Namun menyesakkan jiwa.

Kembali terdengar alunan kata indah dalam nyanyian. Pujian pada Yang Kuasa. Menguatkan diri tuk terus berjuang. Melawan kerasnya kepala dan hati manusia. Yang tanpa belas kasihan menyakiti sesama.

Aku tahu kamu bisa. Aku tahu kamu tak akan menyerah. Kamu kan bangkit dan melawan dunia. Sesering apapun mereka menjatuhkan.

Bagaimana aku tahu?
Sederhana saja.
Semua karena...

Aku percaya padamu oh sang pemilik jiwa.

Image taken from this site

Comments

Post a Comment